Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), sebagai salah satu bentuk tridarma perguruan tinggi. Kegiatan PKM yang dilaksanakan adalah pendampingan dan pelatihan sistem pembukuan. PKM ini dilakukan pada pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) “Seblak Mie Ayam Baso Mamak Jenong”, yang dikelola oleh Dede Maman Kartiman di Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Bandung.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Juni sampai dengan 1 Juli 2022, tim terdiri atas dua dosen Teknik Industri, seorang asisten ahli Sistem Komputer, dan seorang mahasiswa Teknik Industri. Kegiatan PKM ini bertujuan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku UMKM, agar pemasukan dan pengeluaran keuangan terdokumentasi dengan baik secara digital. Dengan demikian, para pelaku UMKM dapat dilakukan evaluasi, perencanaan, dan strategi usaha yang lebih baik untuk ke depannya.

Dengan era digital saat ini, pelatihan dapat lebih mudah dilakukan dengan menggunakan berbagai aplikasi yang dapat diinstal pada handphone. Melalui hasil observasi dan wawancara di awal kegiatan, Dede tidak melakukan pencatatan atas semua pemasukan dan pengeluaran karena belum memiliki pengetahuan tentang pembukuan. Namun, setelah menjalani pelatihan sistem pembukuan ini, Dede menjadi dapat memahami pengertian pembukuan dan dapat menggunakan aplikasi Catatan Keuangan Harian, serta pengarsipan data menggunakan aplikasi Google Drive. Tim selanjutnya mendorong Dede untuk menginput data pemasukan dan pengeluaran ke aplikasi Catatan Keuangan Harian setiap hari sehingga menjadi suatu kebiasaan.

Tim akan mengunjungi Dede setelah satu bulan dari waktu PKM diadakan untuk melihat perkembangan sistem pembukuan yang dilakukan. Dede juga berterima kasih kepada tim PKM atas pelatihan dan pendampingan yang terlaksana dengan baik. Ketua Pelaksana, Dr. Indah Victoria Sandroto, S.T., M.T., dalam kesimpulannya mengungkapkan agar PKM selanjutnya dapat diberikan pada kelompok pelaku usaha. ”Dengan begitu, dapat memberi dampak lebih besar bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menjalankan usaha mereka dengan prinsip manajemen modern berbasis digital,” imbuhnya.

UMKM merupakan bagian dari perekonomian nasional yang mandiri dan memiliki kontribusi atau peranan cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Meskipun begitu, tidak sedikit UMKM di Indonesia masih belum memahami dan melakukan hal yang mendasar dalam menjalankan suatu usaha. Hal mendasar tersebut, yaitu sistem pembukuan yang sangat berpengaruh dalam suatu kegiatan usaha. Sebagai salah satu pilar perekonomian Indonesia, UMKM perlu didukung agar terus berkelanjutan. (gs/gn)

TAGS: