Peluang Universitas Kristen Maranatha melakukan kerja sama dengan institusi pendidikan lain dapat diwujudkan melalui berbagai hal. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh dosen Fakultas Teknik, Muliady Ang, S.T., M.T., yang membimbing siswa dari beberapa sekolah. Melalui kerja sama yang telah dilakukan dengan SMAK 2 BPK Penabur Bandung dan SMAK 1 Bina Bakti Bandung, dosen Program Studi S-1 Teknik Elektro tersebut membimbing sembilan orang siswa untuk mengikuti perlombaan Malaysia Open Vex Robotics Competition.

Selain kedua SMA tersebut, Muliady Ang, S.T., M.T. juga berkesempatan membimbing siswa dari SMP Kuntum Cemerlang Bandung dan Sekolah Mutiara Nusantara Junior High School Bandung. Hasil yang diraih pada kegiatan yang dilaksanakan di Multimedia University, Cyberjaya, Malaysia ini sangat memuaskan. Kedua tim yang dibimbing oleh Muliady masuk Semifinal dalam Tournament Competition dan meraih 1st Runner Up dalam Skill Challenge Category.

Muliady berbagi pengalamannya, “Walaupun tim lawan semuanya sudah duduk di bangku SMA, tidak membuat tim kita yang sebagian besar masih di SMP menjadi gentar. Usaha dan kegigihan mereka ditunjukkan dengan kerja keras dan sikap mental positif, seperti membangun robot saat teman lainnya berlibur, dan upgrade kemampuan robot sampai subuh menjelang tournament competition semifinal. Walaupun akhirnya harus mengakui keunggulan lawan setelah terjadi babak tambahan karena draw, tim yang terdiri dari berbagai sekolah ini menunjukkan ada rasa kekompakan dan kolaborasi untuk berkompetisi di tingkat internasional, bersaing dengan negara lain”.

Selain itu, Rafael Reynadi, salah satu siswa dari SMAK 1 Bina Bakti Bandung berbagi pengalaman selama dibimbing oleh Muliady, “Saya merasa tertantang untuk mengikuti lomba ini apalagi mewakili Indonesia dalam Vex Robotics di Malaysia. Saya bersama tim dari sekolah lain saling bekerja sama dengan baik. Pengalaman ini berharga buat saya, terutama karena mengikuti lomba di luar negeri dengan segala keterbatasan. Berkat Life Skill Program yang saya pilih, yaitu Teknik Elektro yang didukung Program Studi Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha, saya diajarkan untuk mengolah pola pikir dan berupaya ikut berkompetisi dengan sekolah menengah lain yang berasal Malaysia”.

Begitu pula dengan Michael Jose, salah satu siswa dari SMP Kuntum Cemerlang Bandung yang mengutarakan kesannya, “Ini pengalaman pertama saya mengikuti kompetisi robotics dan langsung ke luar negeri mewakili Indonesia yang terdiri dari dua grup. Saya awalnya cukup tegang, karena harus dengan persiapan matang menyelesaikan misi dalam lomba bersaing dengan siswa lain dari sekolah menengah di Malaysia. Namun, akhirnya saya merasa senang karena bersama tim bisa masuk ke semifinal. Ini menjadikan prestasi pribadi buat saya”.