Status sebagai “Mahasiswa” bukan hanya sekadar sebutan sebagai siswa di suatu Universitas. Status “Mahasiswa” mempunyai banyak arti dan konsekuensinya. Sebagai “Mahasiswa” maka juga berarti sebagai siswa dengan berbagai tanggung jawab yang lebih besar. Salah satu tanggung jawab yang diberikan adalah pengelolaan uang. Banyak sekali mahasiswa yang terpaksa meninggalkan tempat kelahirannya, tempat asal SMA mereka dan berpisah dengan keluarga mereka selama berkuliah. Mereka harus kost di kota yang mungkin baru mereka pertama kali injakkan kakinya. Setiap bulannya mereka diberi uang bulanan oleh orang tua mereka. Sebuah nilai uang yang cukup besar yang tidak pernah mereka terima sewaktu SMA. Di saat inilah ujian atau tanggung jawab pengelolaan keuangan pribadi menjadi tantangan bagi mereka.

Beberapa tips pengelolaan keuangan :

1. Pisahkan uang yang didapat dari orang tua sesuai kebutuhannya, seperti untuk uang kost, uang makan, uang tranportasi, uang buku dan lain-lain. Untuk membuat agar lebih disiplin, salah satu tipsnya adalah siapkan amplop-amplop, lalu masukkan uang ke dalam amplop amplop terpisah lalu beri nama amplop tersebut sesuai dengan alokasi uang tersebut. Jangan gunakan atau ambil uang dari amplop yangkegunaannya tidak sesuai.

2. Jangan “ROYAL”, gunakan uang sesuai kebutuhan, jangan membeli barang yang tidak dibutuhkan. Bahkan untuk barang yang dibutuhkan, jangan tergoda untuk membeli barang dengan harga yang lebih mahal, tetapi bijak-bijaklah membeli barang yang sesuai dengan budget yang dimiliki.

3. Sisihkan sebagian uang saku yang diterima untuk ditabung, pada saat. Meskipun jumlahnya tidak perlu terlalu besar, yang penting rutin dilakukan. Tabungan pun bisa berbentuk tabungan darurat dan tabungan untuk tujuan tertentu. Tabungan darurat adalah tabungan yang hanya digunakan untuk keadaan darurat, sedangkan tabungan untuk tujuan tertentu bisa digunakan untuk memenuhi keinginan. Jadi, jika kamu ingin membeli pakaian yang agak mahal, membeli gadget terbaru, atau sebagai modal usaha kecil-kecilan, sebaiknya kamu lakukan dengan menyisihkan uang saku sedikit demi sedikit.

4. Di Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha, juga membuka lowongan bagi para mahasiswa menjadi asisten praktikum, asisten dosen dan juga membantu dosen dalam melakukan penelitian. Dengan menjadi asisten, bukan hanya uang tambahan yang bisa didapat oleh mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah dalam bidang akademik. Mahasiswa yang menjadi asisten biasanya menjadi lebih percaya diri serta dapat menambah ilmu dari dosen melatih mahasiswa menjadi seorang asisten yang berkualitas.

 

(Marvin Chandra Wijaya)